Mengevaluasi Ekspresi Modulus

Ketika dijumpai ekspresi aritmatik 6/4, kira-kira hasilnya berapa?
Ada beberapa ekspresi yang biasa kita lihat dalam bahasa pemrograman seperti ekspresi aritmatik, ekspresi integral, ekspresi pecahan (titik mengambang), ekspresi campuran, dan lain-lain termasuk ekspresi modulus. Ketika menjumpai soal seperti di atas, bagaimana penjelasannya? Pada pembagian 6/4, hasil bagi adalah 1 dan sisa hasil bagi adalah 2. Oleh karena kedua operan bertipe integral, maka hasilnya bukan 1.5 melainkan 1.

Continue reading

Recent search terms:

cara mengatasi cout not declared di dev c

Perlunya Menulis Komentar Pada C++

Sebenarnya, komentar pada suatu program baik pada bahasa C++ maupun bahasa yang lain digunakan untuk mempermudah orang lain atau bahkan kita sendiri untuk membaca program yang sudah kita buat. Selain itu, juga mempermudah dalam proses modifikasi apabila ingin mengubah program pada bagian tertentu saja. Komentar diperuntukkan bagi pembaca program, bukan compiler. Jadi, ketika compiler mengkompilasi sebuah program untuk memeriksa kesalahan sintaks, compiler akan mengabaikan komentar yang ditulis pada program tersebut. Misalnya seperti ini:

Hasilnya:

 
Pada program tersebut, komentar tidak ditampilkan seperti : menampilkan kata belajar. Akan tetapi langsung menampilkan “Belajar” menggunakan fungsi cout. Lalu, bagaimana penulisan komentar yang benar? Pertama, bisa menggunakan double slash:
 
Kedua, menggunakan slash bintang dan ditutup bintang slash apabila komentar lebih dari satu baris:
 

Demikian penjelasan komentar pada C++, selamat mencoba 🙂

Recent search terms:

Komentar buat bu guru, Buat komentar untuk bu guru, komentar catatan bu guru

Simbol Spesial Pada C++

Banyak sekali hal spesial di C++, termasuk simbol-simbolnya. Unit individual terkecil sebuah program yang ditulis pada sembarang bahasa pemrograman adalah sebuah token. Token pada C++ terdiri dari simbol spesial, simbol kata, dan pengenal.

Simbol Spesial
Berikut adalah beberapa simbol spesial pada C++ :
 
Simbol Kata

Simbol kata atau lebih dikenal dengan kata kunci merupakan simbol tunggal yang tidak dapat didefinisikan ulang di dalam sembarang program. Setiap kata kunci tidak dapat digunakan untuk tujuan lain selain yang ditetapkan oleh compiler. Penulisannya menggunakan huruf kecil semua. Contohnya dapat dilihat di bawah ini:

Pengenal

Pengenal adalah nama-nama yang muncul pada sebuah program, seperti variabel, konstanta, dan fungsi. Sebuah pengenal C++ memuat huruf, dijit (angka), karakter garis bawah (_) dan harus diawali dengan sebuah huruf atau garis-bawah. Tidak seperti katakunci, pengenal dapat didefinisikan ulang, tetapi lebih baik tidak dilakukan. Contoh pengenal yang sah dalam C++

 
Berikut contoh pengenal tidak sah dalam C++

Kenapa disebut tidak sah? Karena 3hari diawali dengan angka (dijit), sebuah buku dipisahkan oleh spasi, dan campur-aduk menggunakan simbol yang tidak bisa dipakai dalam sebuah pengenal.

Demikian simbol-simbol pada C++, semoga bermanfaat 🙂

 

Recent search terms:

catatan bu guru, Simbol c, simbol dalam c, speaial symbol garis, simvol simbol prcabangan c, simbol simbol yang dipakI dalam c, simbol simbol dalam c, simbol priority dalam c, simbol di c, simbol bu

Membuat Program C++ Sederhana Untuk Pemula

Bahasa pemrograman C++ adalah salah satu bahasa pemrograman berorientasi objek, biasanya dipelajari sebelum belajar bahasa pemrograman yang lain. Mengapa lebih dulu dipelajari? Karena bahasa ini memuat banyak sekali dasar bahasa pemrograman yang linear dengan bahasa pemrograman yang lain. Jadi ketika sudah paham logika C++, biasanya lancar jaya untuk bahasa pemrograman yang lain. Ohya, tidak harus dari C++ sih, saya menulis ini karena materi pembelajaran SMK untuk awal masih menggunakan bahasa pemrograman C++. Sebelum membuat program C++ sederhana, coba lihat struktur dasar Pemrograman C++ pada gambar di bawah ini :

Continue reading

Recent search terms:

cara membuat aplikasi dengan c, program dasar c sederhana, membuat program sederhana c, membuat program di c, MEMBUAT PEMROGRAMAN SEDERHANA, membuat aplikasi sederhana dengan C, latihan membuat program sederhana c dengan kejarlah dunia mu seakan akan hidup selamanya, cara membuat program sederhana dengan c, cara buat program dasar c buat pemula, cara buat program c pemula

Untuk Guru Baru, Begini Caranya Agar Muridmu Nggak Bandel Lagi

Beberapa waktu yang lalu ada sahabat yang curhat, merasa kesulitan dalam mengkondisikan kelas. Ya, tantangan seorang pendidik bukan penyampaian materi karena materi sudah dipelajari lebih dulu di bangku perkuliahan, namun lebih kepada pengkondisian kelas. Dan bisa jadi, pengkondisian tiap sekolah bahkan tiap kelas berbeda. Lalu kira-kira apa saja yang dapat kita antisipasi?

Pertama, ketika peserta didik adalah peserta didik baru yang masih peralihan dari pendidikan sebelumnya, hal yang sering kita rasakan pasti kesal, jengkel… Ternyata eh ternyata, adaptasi memang butuh waktu. Kita tidak bisa buru-buru mengatakan mereka seperti anak kecil, kok ndak paham-paham, dan sebagainya. Sabar, Bu, Pak. Beri waktu maksimal dua bulan untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sambil terus diingatkan.
Kedua, ketika ada peserta didik yang bolos dari kelas kita bukan bolos sekolah lho. Ya harus introspeksi, mungkin cara mengajar kita yang salah. Selanjutnya, kenali peserta didik lewat wali kelas, bagaimana kesehariannya, latar belakangnya. Pabila perlu, minta tolong dengan wali kelas atau guru BK untuk membantu mengingatkan.
Ketiga, ketika ada peserta didik yang tidak memperhatikan saat pembelajaran. Alasannya bisa macam-macam, ada yang tidur, ada yang nonton film, dan sebagainya. Pada intinya, peserta didik bosan. Setelah saya ikut kelas public speaking, ada pernyataan dari pembicara bahwa agar omongan kita didengarkan, kita harus bisa membuat audiens merasa dihargai keberadaannya. Seperti Bung Karno yang setiap pidato mempresensi rakyatnya dari petani sampai pengusaha. Buatlah peserta didik merasa dihargai keberadaannya di kelas, diawali dari presensi di awal pelajaran, atau tanya jawab yang melibatkan semua peserta didik. Atau kalau benar-benar ngantuk, beri waktu 15 menit untuk istirahat. Karena tombo ngantuk ya cuma turu. Tapi dengan kesepakatan tertentu setelah bangun, misalnya bangun dengan keadaan harus lebih fresh atau nilai di mapel tersebut harus seratus.
Keempat, ketika peserta didik tersebut berada di luar batas kemanusiaan seorang guru 😀 Lakukan pendekatan dengan melakukan pembicaraan yang ringan secara personal seputar pacar, cita-cita, hobi, saudara, orang tua.. Kalau secara klasikal, skak pakai kelemahannya. Yang paling ribut, pegang dulu sebelum pembelajaran. Diajari bulik gini “Eh yang ribut di belakang.. Jualan baksonya udah laku belum?”
Kelima, bersabar, santai. Semua akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu. Toh, kita juga harus adaptasi kan? Nggak hanya peserta didik baru saja 🙂 Tetap berusaha membuat mereka nyaman namun segan. Nggak gampang memang, tapi kita pasti bisa kan? 🙂
Untuk penanganan ramai di kelas, mampir di Penanganan Murid Yang Ramai Di Kelas ya 🙂 Kalau ada saran lain atau kalau ingin menyampaikan pertanyaan, boleh ditambahkan di kolom komentar lho ya.

Recent search terms:

nggak didik, Tips mengajar supaya didengar oleh anak muridmu

Mengatasi Error STD::COUT Pada Pemrograman C++

Mungkin awal-awal belajar Pemrograman C++, kita mengalami sedikit kesulitan seperti error setelah melakukan kompilasi program #curhat 🙂 Maklum, selama kuliah terlalu fokus dengan bahasa yang lain sehingga belum fasih dengan syntax C++. Baiklah, kita mulai saja sharing kali ini ya.
Saat program di bawah ini kita compile & run, akan muncul background berwarna merah tempat kesalahan terjadi dan akan muncul pesan kesalahan seperti ini:

Terbaca in function int main (), cout was not declared in this scope. Artinya, cout belum dideklarasikan di dalam badan fungsi main. Di bawahnya terdapat suggested alternative atau alternatif yang disarankan yaitu dengan mengubah cout menjadi std::cout. Dalam kasus ini, kita bisa melakukan dua hal,

Pertama, menambahkan using namespace std setelah file header #include <iostream> menjadi

Kedua, menambahkan awalan std:: sebelum cout menjadi

Lakukan kompilasi program, maka hasilnya akan seperti ini

Using namespace std pada pemrograman C++ akan mengijinkan kita menggunakan cout dan endl tanpa harus menggunakan prefiks :: yang berarti bahwa jika kita tidak mencantumkan statement ini, cout harus ditulis std::cout. Semoga bermanfaat, selamat mencoba 🙂

Recent search terms:

error pada c, mengatasi error cin was not declared, cara mengatasi error pada c, cara mengatasi error cout di dev c, cin dan cout agar tak error, cara mengatasi was not declared in this scope, mengatasi dev c error cout was not declared in this scope, cout was not declared in this scope, cara mengatasi error cout was not declared in this scope, cara cout tidak error

Bu, Apakah Ada Keringanan Biaya Sekolah Untuk Anak Saya?

Pernahkah kalian mendengarnya? Atau itu orang tua kita sendiri? Atau orang tua kita menutup-nutupi kepayahan mereka dalam mencari biaya pendidikan kita? Perih.
Tak bisa dielakkan, pendidikan memang membutuhkan biaya. Sekalipun biaya sekolah gratis 100%, kita tetap butuh seragam, beli buku, bensin, jajan, dan masih banyak kebutuhan lain seperti gadget, pulsa, piknik… Banyak ya. Nggak kerasa. Itu semua duit siapa? Alhamdulillah kalau orang tua kita tergolong mereka yang mampu bahkan tumpah-tumpah, uangnya nggak habis tujuh turunan. Atau kita sudah mandiri sejak kecil, berwirausaha dan memiliki penghasilan sendiri. Bolehlah kita gaya-gaya. Tapi kalau ternyata, mereka yang kita todong itu juga berpayah-payah, apa kita masih tega?
Peluh mereka setiap hari. Senyum di pagi buta menyambut anaknya yang akan berangkat sekolah atau kuliah. Menyiapkan sarapan pagi dan baju seragam, demi anaknya agar bisa fokus belajar dan tidak minder karena punya seragam yang sama dengan teman-temannya. Seusai anaknya berangkat, sepeda tua dikayuhnya penuh semangat, agar hari ini mendapat penghasilan lebih, untuk tambahan biaya tunggakan bulan kemarin. Tadi pagi, si anak juga minta uang pulsa, katanya sudah habis. Entah digunakan untuk apa. Pagi itu juga, si anak meminta uang jajan lebih, hari ini dia akan nonton di bioskop bersama teman-temannya.
Sahabatku, judul dari tulisan ini memang senyatanya pernah ku dengar. Perih rasanya, teringat bapak dan ibu di rumah yang bahkan sejak pukul 2 pagi sudah menyiapkan dagangan dan bersiap ke sawah. Namun yang aku heran, mereka jarang menunjukkan lelah. Bahkan kadang-kadang bapak masih sempat memijit kaki atau ibu mengerik punggung karena aku masuk angin. Begitu payahnya mereka mencari biaya, tapi diri ini lupa bahwa seharusnya sudah mulai mandiri dan bisa membahagiakan mereka.
Sahabatku, baik yang masih SD, SMP, SMA, maupun yang sedang kuliah bahkan berjuang untuk menyelesaikan skripsi. Adalah kebahagiaan mereka melihat anaknya berhasil. Agar peluh itu bukanlah peluh kekalahan, akan tetapi peluh kemenangan karena membawa anak mereka ke gerbang kesuksesan. Jangan pernah sombong dan merasa cukup hanya karena sampai hari ini orang tua kita masih memberi dukungan finansial. Jangan merasa menang karena nyatanya kita belum ditempa kerasnya hidup dan masih belum mandiri serta membahagiakan orang tua kita.
Jangan lelah berusaha. Jangan lelah berdoa untuk mereka. Jadikan peluh mereka adalah cambukan bagi kita agar menyelesaikan segala sesuatu tepat pada waktunya. Pabila sudah berhasil, berbagilah dengan orang lain. Agar tak ada lagi orang tua yang bertanya kepada sekolah, “Pak, Bu, apakah ada keringan biaya untuk anak saya?”

Skripsi Macet? Coba Mulai Dari Hal Berikut

Mahasiswa semester tujuh ke atas pasti nggak asing lagi dengan yang namanya skripsweet. Apalagi yang sudah lebih dari semester delapan, bisa jadi sampai lupa judul skripsinya apa, dosen pembimbingnya yang mana, bahkan file ditaruh mana 🙁 #pengalaman Nah buat temen-temen yang mungkin sekarang sedang berjuang untuk menunaikan kewajiban kepada orang tua, luangkan waktu sejenak untuk membaca tulisan ini ya, hehe. Okay, now, are you ready?
God. God is the best planner. Emang bener sih semua akan lulus pada waktunya, tapi tanpa ikhtiar dan doa, kapan selesainya coba? Berhubung penulis adalah seorang muslim, hal pertama yang penulis lakukan adalah merayu Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan sholat di awal waktu. Bukan lagi tepat waktu, akan tetapi awal waktu. Pokoknya kalau sudah adzan langsung cus sholat. Kalau kita menunaikan kewajiban awal waktu, logikanya hak-hak kita juga akan sampai awal waktu. Hak seperti terkabulnya doa misalnya. Doa cepet lulus… Ihik…
Time. Waktu adalah uang, semakin lama lulus, semakin banyak kehilangan uang untuk bayar semesteran. Aku mah cuma apa, buruh dengan gaji yang cukupan aja. Makanya pengen cepet lulus karena akomodasi skripsi benar-benar menguras hati. Semakin dewasa, haruslah semakin paham terkait manajemen waktu. Sekalipun di usia duapuluhdua ini masih belum lulus KKM untuk mata pelajaran disiplin waktu, tapi disiplin waktu bisa dimulai dari sholat awal waktu. Kemudian yang kedua, atur waktu skripsi dan istirahat. Saran aja sih bagi para skripsweeter, lepas pukul 9 malam silakan istirahat. Kerjakan skripsi pada jam tertentu saja misalnya jam 9-12 pagi atau jam 3-6 sore. Yah itu waktu yang cukup efektif untuk mengerjakan skripsi. Karena apa? Karena semalam saja kalian memaksa diri untuk istirahat di atas jam 10, tubuh akan meminta kembalian atau proses recovery selama tiga hari. Hayoloh mending ngerjain dikit-dikit tiap hari apa forsir seharian tapi langsung tumbang?
Timeline. Setelah bisa disiplin dengan waktu untuk diri sendiri, jangan lupa membuat timeline. Target (waktu, materi, kapan harus bimbingan, revisi, dll) sangat penting untuk dipersiapkan sebagai gambaran: KAPAN AKU BISA AMBIL DATA? KAPAN BISA ACC UJIAN? KAPAN BISA REVISI PENDADARAN? KAPAN AKU YUDISIUM? KAPAN AKU WISUDA? Healah Bu, capslock-nya jebol ya? Ya buat perkiraan aja, terlebih kalau prodi-mu adalah jenis prodi dengan daftar tunggu ujian bisa sampai 1,5 bulan :’) Atau yang ambil data di sekolah dengan jenis penelitian PTK di mana harus ada penyesuaian materi, validasi, dan blablabla…
Cari Teman. Skripsi akan menuntut kemandirian, masih mending sih karena si dia tidak menuntut kesempurnaan. Sekalipun harus mandiri, tapi teman juga penting untuk memberikan dukungan. Carilah teman yang mau diajak lari bareng, atau ngrusuhi teman yang sudah lulus untuk membantu menjelaskan saat kita benar-benar dalam keadaan stagnan. Jangan cari teman yang kerjaannya cuma ngajak curhat, galau mantan… kasihan tuh dedek skripsi jadinya dianggurin kan? Lebih greget lagi kalo kamu punya temen yang care abis, pas kita lagi piknik pun masih sempet ngingetin, “Udah sana piknik aja, skripsinya nggak usah dikerjain!” Badalaaaa rasanya itu lho… pengen salto di tempat 🙁
Mulai. Tak akan ada yang selesai tanpa dimulai. Dan selesaikan apa yang telah kamu mulai. Mulailah dengan bismillah dan bertemu dosen pembimbing tercinta. Mung bisa nyangoni slamet, mugi sehat ngantos proses panjang itu akhirnya membuatmu tersenyum bahagia. Pak, Bu, ini janjiku, telah ku tuntaskan studiku…
NB: Jangan lupa dalam timeline diisi dengan PIKNIK. Kadang pas lelah juga kita butuh piknik. Tapi jangan lama-lama, maksimal seminggu aja 😀
Maaf kalau ada salah kata, bagi yang mau nambah saran boleh lho, tulis aja di kolom komentar. Ohya saran di atas adalah pengalaman penulis pribadi, hehe. Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat 🙂 Salam pendidik, mari bersatu padu untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik 🙂

Recent search terms:

skripsi macet, judul skripsi tentang panjang tunggu kemacetan