Hai, bertemu lagi. Setelah ribuan purnama tidak menulis, ternyata aku merasa aku harus menulis. Dan hari ini, aku akan memulainya lagi. Dari mana?
Ketika kita sesak, apa yang akan kita lakukan? Terdiam merenung, menangis, berkelana, atau memperbanyak doa? Setiap orang memiliki preferensi masing-masing untuk itu. Kita sebagai manusia biasa hanya bisa memandang, bahkan mungkin dengan lancang menilai orang lain sesuai standar yang kita miliki. Seharusnya dia berdoa, seharusnya dia meluangkan waktu untuk bertamasya, seharusnya dia…
Kalau kamu sedang sesak, apa yang kamu lakukan?
Continue reading